Bondowoso, 20 Maret 2025 – Pesantren Ramadhan KANETA hari ketiga di SMK Negeri 1 Tapen berlangsung dengan penuh khidmat. Acara yang diadakan di musholla sekolah ini menghadirkan Ustadz Qosim Al Kamil, pengasuh Yayasan Miftahul Jannah di Mangli Wetan. Dalam ceramahnya, beliau menekankan pentingnya adab sebelum menuntut ilmu serta kriteria-kriteria yang dapat menghalangi seseorang dalam memperoleh ilmu. Selain itu, dalam rangkaian kegiatan hari ketiga ini juga dilakukan pembagian zakat yang bekerja sama dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KANETA.
Dalam ceramahnya, Ustadz Qosim Al Kamil menyampaikan bahwa menuntut ilmu bukan hanya mengandalkan kepintaran atau kebebasan bersekolah. “Ada hal-hal yang harus diperhatikan sebelum sekolah, sebelum menuntut ilmu, termasuk akhlak kita,” ujar beliau. Adab dan sikap yang baik harus diutamakan agar ilmu yang diperoleh dapat membawa manfaat dan keberkahan.

Beliau juga menyebutkan tiga kriteria seseorang yang tidak akan pernah mendapatkan ilmu dalam majelis ilmu. Pertama, mereka yang tidak menghormati kitab atau buku yang digunakan dalam pembelajaran. Hal ini sering terjadi, baik di sekolah umum maupun di yayasan pendidikan Islam. Seseorang yang tidak menghargai buku, bahkan jika bukan kitab berbahasa Arab atau Al-Qur’an, akan sulit mendapatkan ilmu yang hakiki.
Kriteria kedua adalah mereka yang tidak menghormati guru. “Guru kalian adalah pengganti orang tua kalian di rumah,” tegas beliau. Jika seorang murid tidak menghormati dan menaati gurunya, maka ilmu yang dipelajari selama bertahun-tahun di SMK tidak akan membuahkan hasil. Oleh karena itu, menghormati guru menjadi kunci utama dalam memperoleh ilmu yang berkah.
Ketiga, seseorang tidak akan mendapatkan ilmu jika tidak menghormati majelis ilmu. Ustadz Qosim menyoroti kebiasaan buruk sebagian siswa yang bermain-main, berbicara sendiri, atau tidak mendengarkan guru saat pelajaran berlangsung. “Jika kalian tidak fokus di dalam kelas, jangan harap mendapatkan ilmu yang bermanfaat,” ungkapnya. Ia mengibaratkan ilmu seperti pohon besar yang membutuhkan perawatan, jika tidak dijaga, maka tidak akan tumbuh subur.
Setelah sesi ceramah, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian zakat kepada warga di lingkungan sekitar SMK Negeri 1 Tapen yang berhak menerimanya. Program ini merupakan hasil kerja sama antara SMK Negeri 1 Tapen dengan Dharma Wanita Persatuan (DWP) KANETA sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Kepala sekolah menyampaikan bahwa zakat ini diharapkan dapat membantu siswa yang membutuhkan serta menanamkan nilai kepedulian sosial sejak dini.
Ketua DWP KANETA juga menambahkan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari komitmen mereka dalam mendukung program sosial sekolah. “Semoga zakat yang dibagikan dapat bermanfaat bagi penerima dan menjadi ladang amal bagi yang telah berzakat,” ujarnya. Para siswa yang menerima zakat tampak bersyukur dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan.
Dengan adanya pesantren Ramadhan ini, para siswa diharapkan semakin sadar akan pentingnya adab dalam menuntut ilmu dan nilai kepedulian sosial. Tidak hanya sekadar belajar, tetapi juga menjaga sikap terhadap kitab, guru, dan majelis ilmu agar ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat dan berkah sepanjang kehidupan mereka.