Bondowoso – Tiga siswa SMK Negeri 1 Tapen, yaitu Afdal Afriyanto, Dimas Bayu Saputra, dan Tarina Septian Nanda R., mengikuti pelatihan kompetensi vokasi bagi siswa SMA/SMK (Milea) yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknik dan Keterampilan Kejuruan (PTKK). Kegiatan ini berlangsung selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu, 10–15 Maret 2025, dari pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
Pelatihan ini dilakukan melalui Mobile Trainer Unit (MTU), sebuah program berbasis pelatihan keliling yang memungkinkan siswa untuk mendapatkan pembelajaran langsung dari para instruktur berpengalaman. Dengan adanya MTU, para peserta dapat merasakan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Afdal Afriyanto, salah satu peserta dari SMK Negeri 1 Tapen, menyampaikan bahwa kesempatan ini sangat berharga baginya untuk meningkatkan keterampilan sesuai dengan bidang keahliannya. “Saya merasa sangat beruntung bisa ikut pelatihan ini. Materinya sangat aplikatif dan berguna untuk persiapan dunia kerja,” ujarnya.
Senada dengan Afdal, Dimas Bayu Saputra juga mengungkapkan antusiasmenya dalam mengikuti pelatihan ini. Menurutnya, program ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga praktik yang langsung diterapkan dalam situasi kerja nyata. “Kami belajar langsung dari tenaga profesional, sehingga lebih memahami bagaimana keterampilan ini diaplikasikan di dunia industri,” kata Dimas.
Sementara itu, Tarina Septian Nanda R. berharap bahwa pelatihan ini dapat memberikan manfaat bagi masa depannya. Ia menekankan bahwa keikutsertaannya dalam kegiatan ini merupakan bagian dari persiapannya untuk menjadi tenaga kerja yang kompeten. “Saya ingin memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin agar bisa lebih siap bersaing di dunia kerja nanti,” ungkapnya.
Kepala SMK Negeri 1 Tapen, yang turut mendukung keikutsertaan siswanya dalam pelatihan ini, menyatakan bahwa program Milea melalui MTU merupakan langkah strategis dalam meningkatkan keterampilan siswa. “Kami sangat mengapresiasi program ini karena dapat memberikan tambahan ilmu dan pengalaman praktis bagi siswa kami,” katanya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para peserta, termasuk ketiga siswa SMK Negeri 1 Tapen, dapat meningkatkan kompetensi dan siap menghadapi tantangan dunia industri. Program ini menjadi salah satu upaya konkret dalam mendukung pendidikan vokasi yang lebih berorientasi pada kebutuhan pasar kerja.